Pages

Oct 26, 2012

Jadilah Pendengar Yang Baik


Jadi pendengar yang baik itu mudah, kalo menurutku sih. Dimana kita dituntut untuk dengerin curhatan orang lain dan memberikan masukan/saran ketika orang itu udah selesei bicara. Yang sering aku lakuin sih gitu, ada yang curhat, aku sebagai pendengar berusaha se-minimal mungkin untuk  bicara dan memberikan semakismal mungkin si pembicara (orang yg curhat) buat cerita. Selesei orang itu cerita baru deh ngasih saran/masukan buat si pembicara.

Tapi juga ada kalanya ketika orang lain bercerita, dia hanya ingin kita mendengarkan segala keluh kesahnya tanpa kita harus member nasihat apa – apa ke dia. Ya begitulah, kita harus tau sifat dan karakter yang mau bercerita juga sih… Nah, ini yang sulit~

Ternyata, meskipun sudah semaksimal mungkin (menurutku) memberikan yang terbaik sebagai pendengar, tetap aja ada orang yang kurang puas sama totalitas yang aku berikan sebagai pendengar :’) Simple sih, sebenernya mereka bisa kan nggak perlu lagi untuk selanjutnya kalau mau cerita harus ke aku. Tapi ya, aku terima – terima aja sih sebagai masukan. Ternyata, menjadi pendengar yang baik itu tidak mudah cuy.

Sudah menjadi fitrah manusia kalik ya, jika ia ingin selalu didengarkan. Aku juga ngerasa gitu, bosen juga sebenernya jadi pendengar, pengen sih sekali – kali ada di posisi pembicara alias tukang curhat. Tapi pada kenyataannya, aku susah buat mengekspresikan sesuatu lewat kata – kata. Lebih gampang lewat tulisan. Yaudah wasalam, selamanya aku bakalan tetep jadi pendengar yang (insyaallah) baik dan nggak bisa jadi tukang curhat alias pembicara :’)

Tadi sempet searching di Google tentang “Etika Pendengar Yang Baik. Dan aku cuma ngambil beberapa poin aja:

1.      Ketika orang tersebut sudah mulai bercerita, mulai mendengarkan dan ketika dia sudah berhenti berbicara walaupun belum selesai ceritanya, silahkan berpendapat “oh gitu ya” atau dll, yang bertujuan agar orang tersebut mengerti bahwa kita mendengarkan ceritanya.
2.      Disarankan jangan menyela/memotong pembicaraan.
3.      Disarankan juga jangan seolah-olah kita menggurui dia ketika memberi saran/pendapat.
4.      Dan ketika orang yang bercerita itu ngomong terus tanpa henti, ada baiknya kita menyela sedikit pembicaraan (pengecualian), agar dia bisa menghargai kita sebagai pendengar.
5.      Dan ketika kita memberi saran, diharapkan saran yang bisa memberikan masukan yang baik untuk diri dia dan bisa membuka pola pikir dia untuk menghadapi cerita tersebut. Bukan saran yang malah menjerumuskan dirinya.


Sekian dan terimakasih. Semoga postinganku ini bermanfaat :--3

No comments:

Post a Comment